Tidak perlu diragukan lagi jika pemakaian lantai epoxy pada sebuah bangunan akan mewujudkan permukaan lantai yang kokoh. Di berbagai industri, epoxy merupakan material yang popular digunakan.
Namun, tahukah Anda bahwa materia cat pelapis epoxy dikategorikan dalam dua jenis? Pertama, ada epoxy solvent based dan yang kedua adalah epoxy water based.
Apakah yang membedakan di antara keduanya? Mari simak pembahasannya pada artikel kali ini agar Anda lebih memahami jenis cat epoxy sesuai dengan kebutuhan Anda.
Ketahui 6 Perbedaan Epoxy Solvent Based dan Epoxy Water Based
Material cat epoxy makin popular digunakan untuk berbagai kebutuhan bangunan. Cat pelapis epoxy terdiri dari dua jenis yang umum digunakan, yaitu epoxy solvent based dan epoxy water based.
Epoxy solvent based merupakan cat pelapis yang di dalamnya terdapat bahan pelarut organik seperti thinner dan minyak sebagai bahan aktifnya. Sedangkan, epoxy water based adalah cat pelapis yang menggunakan air sebagai bahan aktif di dalamnya.
Untuk penjelasan lebih detail terkait perbedaan di antara keduanya, simak poin-poin di bawah ini:
-
Perbedaan Komponen Utama
Setelah dijelaskan secara singkat sebelumnya, perbedaan antara epoxy solvent based dan water based terletak pada komponen utama. Keduanya memiliki komponen material utama yang sangat berbeda.
Jika material lantai epoxy solvent based mengandung bahan kimia, seperti minyak, xylene dan thinner. Sedangkan, epoxy water based mengandung resin atau air sebagai komponen utamanya.
-
Daya Rekat dan Daya Tahan
Karena kedua material epoxy ini memiliki komponen yang berbeda, maka kekuatan daya rekatnya juga berbeda.
Untuk epoxy solvent based, daya rekatnya sangat tinggi karena bahan kimia aktif di dalamnya memungkinkan daya tahan lebih besar. Maka dari itu, material epoxy ini cocok digunakan untuk industri dengan aktivitas atau lalu lintas berat.
Namun, bukan berarti coating lantai berbasis air tidak bagus. Epoxy water based juga memiliki daya rekat yang cukup baik. Terutama untuk permukaan lantai di area indoor dan mudah lembap.
-
Perbedaan Bau
Ternyata, epoxy berbasis air dan minyak juga memiliki perbedaan bau. Terutama saat proses pengaplikasian pada permukaan lantai.
Epoxy water based memiliki bau yang lebih ringan karena kandungan VOC (Volatile Organic Compound) yang rendah. Sebaliknya, epoxy solvent based memiliki bau menyengat karena kandungan VOC tinggi.
Itulah alasan mengapa Anda perlu memerhatikan lingkungan sekitar saat proses pengaplikasian lantai epoxy. Misal, jika cat diaplikasikan di ruang tertutup, pastikan untuk menggunakan epoxy water based.
Baca Juga

-
Proses Pengaplikasian
Perbedaan berikutnya pada aspek proses pengaplikasian, yang mana coating lantai berbasis air lebih mudah untuk diaplikasikan. Artinya, teknisi pemula juga dapat melakukan pengaplikasian tanpa harus memakai atribut perlindungan diri.
Sebaliknya, epoxy solvent based harus menggunakan peralatan diri yang lebih, seperti masker dan sarung tangan saat proses pengaplikasian.
Hal ini dikarenakan bahan kimia yang terdapat di dalamnya dapat berisiko iritasi bagi siapa saja yang terkena cairannya. Untuk itu, lebih baik Anda mempersiapkan alat perlindungan diri yang lebih saat proses pengaplikasian dimulai.
-
Perbedaan Waktu Curing
Saat proses pengpalikasian cat lantai epoxy sudah selesai, tentu Anda harus melewati fase curing agar hasilnya semakin optimal. Terdapat perbedaan waktu curing antara epoxy solvent based dan water based.
Cat pelapis berbasis air lebih mudah kering karena proses penguapan air yang cepat. Sedangkan, cat epoxy berbasis minyak atau bahan kimia perlu waktu curing yang lebih lama.
Keduanya sama-sama bergantung pada sirkulasi udara dan cuaca. Namun, karena epoxy solvent based membutuhkan waktu curing lebih lama, maka terkadang teknisi membutuhkan alat tambahan untuk mengeringkan bagian permukaan lantai.
-
Harga
Di antara epoxy solvent based dan epoxy water based terdapat perbedaan dari aspek harga. Secara umum, cat pelapis berbahan air cenderung memiliki harga yang relatif mahal daripada cat pelapis berbahan kimia.
Hal ini karena di dalam cat pelapis berbasis air terdapat teknologi ramah lingkungan di dalamnya. Namun, sebenarnya soal harga tidak terlalu signifikan perbedaannya.
Cat pelapis berbahan kimia juga membutuhkan biaya lebih untuk meningkatkan keamanan saat proses pengaplikasiannya.
Pilih Coating Lantai yang Tepat dengan Produk Andalan SikaFloor!
Jika Anda dapat memahami perbedaan antara epoxy water based dan epoxy solvent based, maka hal ini dapat membantu Anda dalam memilih cat pelapis yang tepat. Masing-masing kelebihan dan kekurangan cat epoxy di atas dapat disesuaikan dengan proyek bangunan Anda.
Sekarang, Anda tak perlu bingung untuk mencari cat pelapis epoxy berbasis air maupun bahan kimia. Ada dua rekomendasi produk Sika yang dapat Anda andalkan, yaitu Sikafloor®-374 CP SL dan Sikafloor-2530 W LP.
Sikafloor®-374 CP SL adalah pelapis high build dan multiguna yang terbuat dari resin warna. Memiliki karakteristik mudah diaplikasikan dan resistansi yang baik terhadap beban mekanik, cat pelapis ini cocok untuk bangunan gudang, lorong, dan parkiran.
Lalu, ada Sikafloor-2530 W LP yang merupakan epoxy resin berbahan dasar air dan bebas solvent. Digunakan untuk permukaan beton atau dinding dalam ruangan. Karakteristiknya tahan kimia dan mekanik yang tinggi.
Jadi, rekomendasi produk SikaFloor di atas dapat Anda pilih sesuai kebutuhan. Jangan ragukan kualitas produk dari Sika, karena selama 114 tahun sudah berpengalaman menjadi andalan dari berbagai proyek. Selain itu, Sika juga menjadi pelopor waterproofing semen di Indonesia.
Salah satu proyek flooring yang terkenal adalah proyek Ruang Operasi Rumah Sakit York di Britania Raya. Mari percayakan cat pelapis lantai epoxy Anda bersama produk SikaFloor terbaik!